Archive for the ‘PEMULA’ Category

Linux Ringan Kapasitas kecil

Hasi Googling mencari OS yang ringan+kecil+buatan dalam negeri akhirnya menemukan Kinjeng OS

Kinjeng.OS merupakan salah satu varian atau derivatif dari Puppy Linux.

Artinya bahwa Kinjeng.OS sebuah distro hasil dari remastering dari Puppy linux.

Keunggulannya :

  1. Source code inti sangat kecil dibawah 80 MB
  2. Mempunyai tampilan yg lebih bagus dibanding DSL (dam smal linux)
  3. Program inti sudah tercakup dalam package yg minim tsb
  4. Dapat dijalankan dengan baik di PC kelas P II
  5. Kebutuhan Memory bisa dari 128 MB
  6. Dapat di install pada Hardisk dibawah 3 GB
  7. Waktu Instalasi antara 10 – 15 menit

knop[3face] : kinjeng Nearly Office Pupplet [3 face] adalah varian terbaru dari kinjeng.OS. Keistimewaan dari versi ini adalah mempunyai 3 tampilan antarmuka XP look, Vista look dan Mac look, dan dapat berganti dalam satu kali klik

Tertarik mencoba langsung download :

Bagian 1

Bagian 2

Bagian 3

Bagian 4

cara instalnya

Info lebih lanjut  http://linuxkinjeng.wordpress.com/

Iklan

Ilmu dasar bagi pemula Linux bagian1

Bagi rekan-rekan yang pemula alias newbi dalam menggunakan linux namun sudah terbiasa menggunakan windows,

Maka ada beberapa hal yang harus diketahui untuk pemula menggunakan linux yaitu :

  1.  Drive di Linux memakai mount point tidak memakai huruf artinya:  Bagi yang pertama pakai Linux pasti bingung drive nya seperti C: D: atau E: dst terletak dimana?, di Linux tidak ada yang namanya huruf drive seperti (C:) atau (D:) seperti yang ada di Windows. Linux menggunakan sistem mountpoint. Jika di Windows ada “C:” maka di Linux ada “/” (root) yang merupakan top level dari seluruh file system. Linux akan me-mount sebuah drive kedalam direktori file system (“/”).
  2. Tidak ada registry di Linux
    Registry Windows adalah sebuah file database pusat yang berisi semua informasi yang dibutuhkan untuk pengaturan sistem Windows. Registry menyimpan informasi tentang settingan user, program yang terinstall dan driver hardware. Registry mengontrol seluruh fungsi Windows, dan registry yang corrupt dapat menyebabkan sistem melambat, munculnya pesan error, dan yang paling parah adalah merusak seluruh sistem. Linux tidak punya registry. Linux tidak menyimpan semua konfigurasi sistem ke dalam sebuah file database tunggal seperti yang dilakukan oleh Windows. Oleh karena itu Linux tidak akan mengalami kegagalan sistem seperti yang terjadi pada Windows kalau registrynya rusak. Linux menyimpan konfigurasi sistem yang disimpan sendiri sendiri (bukan file tunggal/ pusat) dan biasanya adalah sebuah file teks (biasanya memiliki ekstensi .conf) dan mudah untuk di edit karena hanya butuh teks editor. Jika ingin menelusuri konfigurasi sistem pada Linux Anda bisa mengeceknya di / etc, sedangkan jika Anda ingin mengecek konfigurasi yang berasal dari user biasanya tersimpan pada /home
  3. Software berasal dari repository Di Linux, terutama distro-distro populer seperti Debian dan turunannya memiliki konsep “software repository”. Itu adalah sistem dimana program–program dikumpulkan secara terpusat untuk dipelihara oleh pengembang program. Dengan begitu, Anda tidak perlu mendownload aplikasi aneh aneh di situs yang tidak jelas seperti yang sering dilakukan oleh pengguna Windows. Bisa jadi program tersebut telah disusupi program jahat yang mengancam keselamatan sistem. Ubuntu mempunyai Ubuntu Software Center, yaitu program untuk menginstall, menghapus, dan mendapatkan tentang informasi yang Anda butuhkan. Cara pakainya cukup mudah, cukup jalankan Ubuntu Software Center, lalu cari program apa yang ingin Anda install. Begitu juga kalau ingin menghapus program.

Bersambung…………………..

Pengganti Internet Download Manager Di linux

Sebagai pengguna sistem operasi linux yang masih hijau saya cukup dibingungkan dengan cara mendownload di sistem operasi ini. Kebetulan sistem operasi yang saya gunakan adalah ubuntu. Dan akhirnya saya menemukan sebuah artikel dari blog sebelah yang membahas tentang ini. Tulisan di blog itu sengaja tidak saya rubah sedikitpun agar kamu semua bisa mempraktekannya di komputer kalian di rumah.

Baca lebih lanjut

Prozilla pengganti IDM di Linux

Sebenarnya ini adalah suatu tulisan yang sudah “usang” karena saya yakin bahwa para pembaca sudah mahir dalam urusan download mendownload. Tapi sebagai pengingat saya pribadi dan para newbie linux(termasuk saya) khususnya ubuntu untuk mendownload lebih cepat seperti IDM di windows, saya memakai Prozilla. Fitur yang ada bisa mendukung FTP & HTTP, bisa di resume, multi koneksi, dan pembacaan speed waktu download.

Langsung aja cara memasang di ubuntu:

  1. Download Prozilla versi deb disini
  2. setelah itu double klik dan akan masuk ke ubuntu software center untuk konfirmasi install
  3. Untuk yang menggunakan firefox agar saat mendownload langsung bisa menggunakan prozilla harus mengintegrasikan dengan menggunakan add on “flashgot”, caranya:
  • Tambah addon Flashgot dengan masuk ke tool – add ons – search flashgot. setelah muncul langsung install saja.
  • Setelah itu klik add ons pilih flashgot – preference – general dan pilih aja prozilla untuk download manager

jika anda sudah tahu alamat download tanpa buka firefox cukup dengan mengetik di terminal, contoh:

proz -r -k=10 ftp://dl2.foss-id.web.id/iso/ubuntu/releases/lucid/ubuntu-10.10-desktop-i386.iso

Dengan keterangan sebagai berikut ini:
proz   = perintah untuk prozilla
-r      = untuk membuat download yang anda lakukan bisa dilanjutkan kembali, jika anda ingin memutuskan koneksi download  dengan menekan tombol CTRL+R.
-k=10  = partisi file download menjadi 10. Anda bisa mengganti angka 10 dengan angka yang anda inginkan.
ftp://dl2.foss-id.web.id/iso/ubuntu/releases/lucid/ubuntu-10.10-desktop-i386.iso = URL file yang akan diunduh. Link ini biasanya adalah Link Directions dari file yang akan diunduh.

Menambah Font di Linux (Ubuntu dan Kubuntu)

Bosan dengan font yang itu-itu saja di Ubuntu kalian? Kita bisa nambahin kok, caranya juga gampang banget. Dan ini ane kira bisa dilakukan di distro apa aja (Secara teori gitu :D ). Sedangkan ane udah sukses ngelakuin ini di Ubuntu 10.04 sama Kubuntu 10.04.

Caranya kek gini:

1. Sediakan macam-macam font yang ingin ditambahkan.

2. Buka file manager (kalo Ubuntu namanya Nautilus, Kubuntu namanya Dolphin) lalu bikin direktori dengan nama .fonts di direktori home kita.

3. Copykan seluruh font yang ditambahkan ke direktory .fonts tadi, jangan lupa di paste :D

4. Udah deh.

Oiya, direktori dengan nama yang diawali “.” seperti “.fonts” tadi itu sifatnya hidden folder alias pada kondisi normal gak keliatan, jadi gak usah kaget pas udah bikin folder tadi tiba-tiba ngilang. Kalo kalian pake Ubuntu (Nautilus File Manager) bisa dimunculin pake “Ctrl+h” sedangkan kalo Kubuntu (Dolphin File Manager) pake “Alt+.” tanpa tanda petik.

Oke, segitu aja ya semoga bermanfaat.

CARA INSTALL GIMP DI UBUNTU

GIMP adalah aplikasi open source pengganti PhotoShop di Linux. Di sini saya akan berbagi cara menginstall GIMP di Ubuntu, yang saya lakukan beberapa hari yang lalu :D

Ada 2 cara untuk menginstall GIMP, yaitu melalui Terminal dan GUI / Melalui USC (Ubuntu Software Center).

Melalui Terminal

1. Buka Terminal (Ctrl+Alt+T)

2. Tambahkan GIMP ke repository anda, cukup ketik perintah di bawah ini di terminal anda

sudo add-apt-repository ppa:matthaeus123/mrw-gimp-svn

sudo apt-get update

3. Setelah proses di atas selesai, Ketik perintah di bawah ini untuk menginstall GIMP

sudo apt-get install gimp gimp-data gimp-plugin-registry gimp-data-extras

4. Tunggu hingga proses selesai dan GIMP siap digunakan :)

Melalui GUI / Melalui USC (Ubuntu Software Center) :

1. Buka USC (Ubuntu Software Center)

2. Ketik GIMP pada kolom search di pojok kanan atas

3. Klik tulisan Install

4. Tunggu hingga proses selesai dan GIMP siap digunakan :)

Selamat Mencoba :)

ePSXe 1.6.0 for Linux

Aku bermain-main dengan emulator ini sebenarnya sudah lama sekali, sekitar tahun 2002-2003 saat itu, ePSXe masih versi 1.5.0. Aku akui, untuk saat itu, ePSXe ini adalah emulator Playstation yang paling bagus dibandingkan yang lain seperti Bleem!, PSEmu, maupun VGS. Saat itu, aku juga tertarik dengan ePSXe ini juga karena dikembangkan secara modular, dimana engine ePSXe ini terpisah dengan library-library I/O-nya. Dan library karya Pete Bernert-lah yang juga cukup handal untuk komputerku saat itu.

Baca lebih lanjut