Linux Untuk Anak?


Edubuntu

Jakarta – Berapa banyak dari anak-anak atau adik-adik kita yang tahu dan familiar dengan GNU/Linux? Bagaimana jika dibandingkan dengan anak-anak yang mengenal sistem operasi lain? Jika jawabannya adalah lebih sedikit, maka pertanyaan selanjutnya adalah mengapa?

Saat ini kita tahu dan mengenal ratusan distro GNU/Linux yang juga kita gunakan, baik dari racikan developer lokal maupun distro lain yang diracik oleh developer internasional. Ada Ubuntu dengan Unity, Fedora dengan GNOME 3, Linux Mint, openSUSE hingga Debian. Ada pengguna mahir yang tahu A sampai Z Linux dan ada pula yang menjadi pengguna untuk memenuhi kebutuhan hariannya.

Namun, sudahkah kita mengenalkan Linux ke anak-anak? Atau justru kita berusaha menjauhkan mereka dari Linux karena memandang Linux adalah sistem operasi yang sulit?

Mendidik dan membiasakan anak untuk mengenal sesuatu sejak dini adalah semacam menanam investasi untuk masa depan si kecil. Hasil berbagai riset juga membenarkan bahwa pendidikan dan pembiasaan akan sesuatu sejak dini membawa efek yang cukup besar dalam kehidupan si anak ketika dewasa. Apapun jenis pendidikan dan kebiasaannya, termasuk mendidik dan membiasakan anak dengan Linux.

Adakah Linux Khusus Untuk Anak?

Ada yang bertanya, memangnya Linux cocok untuk anak-anak? Jawabannya, tentu saja cocok. Bukti paling nyata bahwa Linux adalah sistem yang sesuai untuk anak-anak adalah proyek OLPC (one laptop per children) yang diprakarsai oleh Profesor Nicolas Negroponte.

Dengan tampilan yang bagus dan bentuknya yang lucu, proyek yang dimulai sejak 2005 ini menjadi daya tarik yang luar biasa bagi anak-anak dan terbukti sukses di berbagai benua seperti Amerika, Afrika, Australia maupun Asia — meskipun tidak sampai ke Indonesia.

Untungnya, kita masih bisa mendapatkan versi lain dari OLPC yang bisa diunduh dan diinstall di komputer sendiri atau via LiveCD. Inilah beberapa distro GNU/Linux yang bisa diunduh dan digunakan untuk anak-anak.

-. Sugar / http://www.sugarlabs.org
Ini adalah salah satu distro yang bersumber dari Fedora dan merupakan bagian dari proyek OLPC. Melalui Sugar, siswa sekolah dasar akan belajar fokus mengerjakan satu hal karena menggunakan mode fullscreen. Melalui tampilan yang secara total berbeda, Sugar menjadi sistem operasi yang tidak memiliki kemiripan sedikitpun dengan komputer desktop. Sugar juga cocok digunakan untuk kelas.

-. Qimo for Kids / http://www.qimo4kids.com
Qimo merupakan distro berbasis Ubuntu yang cocok untuk anak berumur tiga tahun ke atas dan untuk perseorangan. Secara default, setiap instalasi Qimo disertai dengan game-game lucu dan dengan tampilan iconnya yang berukuran besar maka anak-anak tidak akan kesulitan dalam menggunakan distro ini.

-. Edubuntu / http://www.edubuntu.org
Jika Qimo lebih tepat digunakan untuk stand alone PC, maka Edubuntu yang merupakan distro turunan official dari Ubuntu ini lebih tepat digunakan untuk jaringan dalam kelas atau sekolah. Dengan Edubuntu, maka anak-anak akan mulai terbiasa dengan desktop normal.

-. Foresight for Kids / http://www.foresightlinux.org/foresight-kids/
Merupakan turunan dari Foresight Linux, Foresight for Kids menggunakan environment GNOME dan disertai aplikasi-aplikasi untuk anak-anak seperti Tuxtyping, Super Tux, Gcompris, Firefox hingga Banshee Media Player. Dengan lebahnya yang khas, Foresight for Kids menjadi lucu dan menarik untuk anak-anak berumur 3 hingga 12 tahun.

-. Doudou Linux / http://www.doudoulinux.org
Diambil dari kata dalam bahasa Prancis yang berarti sesuatu yang dibawa anak-anak untuk membuat mereka tenang hingga tertidur, Doudou Linux menggunakan Debian 5 sebagai base-nya. Uniknya, Doudou tidak mengharuskan Anda untuk install pada PC sehingga tidak perlu menyediakan PC khusus untuk anak. Dengan kemampuannya untuk LiveCD, anak-anak dapat menggunakan Doudou kapan saja dan di mana saja.

Jika masa kanak-kanak adalah masa kebebasan untuk bermain dan berpetualang, mengapa tidak mengajarkan filosofi kebebasan dan petualangan melalui Linux?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: